jump to navigation

Asal Mula Wong Banyumas

Sejarah asal mula wong Banyumasan alias asal mula orang Banyumas yang merupakan hasil rangkuman penulusuran di internet.

Untuk sharing kali ini selanjutnya Banyumas akan disebut Banyumasan, istilah ini untuk menggambarkan tentang orang dengan karakteristik “Banyumasan” artinya bukan hanya orang yang bermukim di wilayah Kabupaten Banyumas saja karena Budaya Banyumasan itu meliputi daerah di luar Kabupaten Banyumas.

Berdasarkan sejarah yang dihimpun dari sumber-sumber, terutama yang inyong ambil sebagai sumber adalah dari wikipedia Basa Banyumasan yang membeberkan sejarah Banyumasan yang dalam versi aslinya ditulis dalam bahasa Banyumasan dan Wikipedia Bahasa Indonesia , kurang lebih ceritanya begini ….

Berdasarkan sumber tersebut dikatakan bahwa nenek moyang orang Banyumasan berasal dari daerah Kutai Kalimantan timur sebelum periode Kerajaan Kutai Hindu, alias masih zaman pra Hindu.

Berdasarkan catatan Van der Meulen Kemudian pendatang-pendatang tersebut masuk ke tanah Jawa jauh sebelum abad ke 3 Masehi mendarat di Cirebon, kemudian masuk ke pedalaman. Sebagian menetap di sekitar Gunung Cermai dan sebagian lagi melanjutkan perjalanan dan menetap di sekitar Gunung Slamet dan Lembah Sungai Serayu.

Pendatang yang menetap di sekitar Gunung Cermai selanjutnya mengembangkan peradaban sunda sedangkan pendatang yang menetap di sekitar Gunung Slamet kemudian mendirikan Kerajaan Galuh Purba.

Kerajaan Galuh Purba yang didirikan di Gunung Slamet ini disebut-sebut merupakan kerajaan yang pertama di Jawa Tengah dan keturunannya bakal menjadi penguasa dari kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa.

Kerajaan Galuh Purba didirikan pada sekitar abad Ke-1 M di Gunung Slamet berkembang sampai dengan abad ke-6 M dengan kerajaan-kerajaan kecil dengan nama Galuh didepannya. Antara lain kerajaan :

Kerajaan Galuh Purba mempunyai wilayah kekuasaan yang lumayan luas, mulai dari Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Bumiayu, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen ,Kedu, Kulonprogo dan Purwodadi.

Berdasarkan prasasti Bogor, karena pamor kerajaan Galuh Purba menurun kalah pamor dynasti Syilendra di Jawa Tengah yang mulai berkembang, kemudian ibukota kerajaan Galuh Purba pindah ke Kawali (dekat garut) kemudian disebut Kerajaan Galuh Kawali.

Pada saat itu di wilayah timur berkembang Kerajaan Kalingga yang konon merupakan kelanjutan dari Kerajaan Galuh Kalingga sebuah Kerajaan di wilayah Galuh Purba.

Sedangkan di wilayah barat berkembang Kerajaan Tarumanegara yang merupakan kelanjutan dari kerajaan Salakanegara.

Pada masa Purnawarman menjadi Raja Tarumanegara, kerajaan Galuh Kawali menjadi kerajaan bawahan Tarumanegara. Pada saat Tarumanegara diperintah oleh Raja Candrawarman kerajaan bawahan Tarumanegara mendapatkan kekuasaannya kembali termasuk Galuh Kawali. Pada masa Tarumanegara Pemerintahan Raja Tarusbawa, Wretikandayun Raja Galuh Kawali memisahkan diri (merdeka) dari Tarumanegara dan mendapat dukungan dari Kerajaan Kalingga, kemudian menjadi Kerajaan Galuh dengan pusat pemerintahan Banjar Pataruman. Kerajaan Galuh ini yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan Pajajaran di Jawa Barat.

Meskipun dalam perkembangannya Kerajaan Galuh Purba berkembang menjadi Kerajaan besar yaitu Kalingga di Jawa Tengah dan Galuh di Jawa Barat, hubungan keturunan Galuh Purba tetap terjalin dengan baik dan terjadi perkawinan antar Kerajaan sehingga muncul Dinasti Sanjaya yang kemudian mempunyai keturunan raja-raja di Jawa.

Wilayah Kerajaan Galuh Purba sebelum pindah ke Kawali mempunyai wilayah kekuasaan yang lumayan luas, mulai dari Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Bumiayu, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen ,Kedu, Kulonprogo dan Purwodadi.

Berdasarkan kajian bahasa yang dilakukan oleh E.M. Uhlenbeck, 1964, dalam bukunya : “A Critical Survey of Studies on the Languages of Java and Madura”, The Hague: Martinus Nijhoff, bahasa yang digunakan oleh “keturunan Galuh Purba” masuk ke dalam Rumpun Basa Jawa Bagian Kulon yang meliputi :Sub Dialek Banten Lor
Sub Dialek Cirebon/Indramayu, Sub Dialek Tegalan, Sub Dialek Banyumas,
Sub Dialek Bumiayu (peralihan Tegalan karo Banyumas), Kelompok dialek ini biasa disebut Bahasa Jawa Ngapak-ngapak atau Bahasa Banyumasan.

Bila kita lihat dari sejarah tersebut, diperoleh informasi bahwa perkembangan peradaban Banyumasan sudah berkembang sedemikian jauh sebelum masa-masa Kerajaan Majapahit. Artinya peradaban budaya dan bahasa Banyumasan sudah sangat tua jauh sebelum Kerajaan Mataram Islam yang kemudian terpecah menjadi Surakarta dan Yogyakarta.

Istilah Banyumas sendiri itu muncul jauh setelah Kerajaan Galuh Purba yaitu pada saat R. Jaka Kaiman membangun Pusat Kadipaten di Hutan Mangli Kejawar tepatnya pada masa akhir Kerajaan Pajang sebelum muncul Kerajaan Mataram Islam. Silahkan baca Pohon Tembaga dan Awal Mula Banyumas.

Pada zaman Kesultanan Demak (1478 – 1546), wilayah Banyumasan terdiri dari beberapa Kadipaten, diantaranya Kadipaten Pasirluhur dengan Adipatinya Banyak Belanak, juga Kadipaten Wirasaba dengan Adipatinya Wargo Utomo I. Luasnya kekuasaan Kesultanan Demak membuat Sultan Trenggono (Sultan Demak ke III) merasa perlu memiliki angkatan perang yang kuat, untuk itu wilayah-wilayah Kesultanan Demak pun dibagi-bagi secara militer menjadi beberapa daerah komando militer. Untuk wilayah Barat, Sultan Trenggono mengangkat Adipati Banyak Belanak sebagai Panglima Komando Wilayah Pertahanan Barat dengan cakupan wilayah meliputi Kerawang sampai gunung Sumbing (Wonosobo). Sebagai salah seorang Panglima Perang Kesultanan Demak, Adipati Pasirluhur dianugrahi gelar Pangeran Senopati Mangkubumi I sedangkan adiknya yang bernama Wirakencana diangkat menjadi Patih.

Setelah Sultan Trenggono wafat, Kesultanan Demak terpecah menjadi 3 bagian, salah satunya adalah Pajang yang diperintah oleh Joko Tingkir dan bergelar Sultan Adiwijaya (1546 – 1587). Pada masa ini, sebagian besar wilayah Banyumasan termasuk dalam kekuasaan Pajang.

Mengikuti kebijakan pendahulunya, Sultan Adiwijaya juga mengangkat Adipati Pasirluhur yang saat itu dijabat Wirakencana, menjadi Senopati Pajang dengan gelar Pangeran Mangkubumi II. Sementara itu Adipati Kadipaten Wirasaba, Wargo Utomo I wafat dan salah seorang putranya ( putra menantu ) bernama R. Joko Kaiman diangkat oleh Sultan Adiwijaya menjadi Adipati Wirasaba dengan gelar Wargo Utomo II, beliau menjadi Adipati Wirasaba ke VII.

Menjelang berakhirnya kejayaan kerajaan Pajang dan mulai berdirinya kerajaan Mataram (1587), Adipati Wargo Utomo II menyerahkan kekuasaan Kadipaten Wirasaba ke saudara-saudaranya, sementara beliau sendiri memilih membentuk Kadipaten baru dengan nama Kadipaten Banyumas dan beliau menjadi Adipati pertama dengan gelar Adipati Marapat.

Selanjutnya, Kadipaten Banyumas inilah yang berkembang pesat, telebih setelah pusat Kadipatennya dipindahkan ke Sudagaran – Banyumas, pengaruh kekuasaannya menyebabkan Kadipaten-Kadipaten lainnya semakin mengecil. Seiring dengan berkembangnya Kerajaan Mataram, Kadipaten-Kadipaten di wilayah Banyumasan pun tunduk pada kekuasaan Mataram.

Kekuasaan Mataram atas Kadipaten-Kadipaten di wilayah Banyumasan tidak secara otomatis memasukkan wilayah Banyumasan ke dalam “lingkar dalam” kekuasaan Mataram sehingga Kadipaten-Kadipaten di wilayah Banyumasan tersebut masih memiliki otonomi dan penduduk Mataram pun menyebut wilayah Banyumasan sebagai wilayah Mancanegara Kulon.

Sebelum Belanda masuk, wilayah Banyumasan disebut sebagai daerah Mancanegara Kulon dengan rentang wilayah meliputi antara Bagelen (Purworejo) sampai Majenang (Cilacap). Disebut Mancanegara Kulon karena pusat pemerintahan waktu itu memang berada di wilayah Surakarta atau wilayah wetan.

Terhitung sejak tanggal 22 Juni 1830, daerah Mancanegara Kulon ini secara politis masuk di bawah kontrol pemerintah kolonial Belanda, itulah awal penjajahan Belanda, sekaligus akhir dari pendudukan kerajaan Mataram atas bumi Banyumasan. Selanjutnya para Adipati di wilayah Banyumasan pun tidak lagi tunduk pada Raja Mataram, mereka selanjutnya dipilih dan diangkat oleh Gubernur Jenderal dan dipilih dari kalangan penduduk pribumi, umumnya putera atau kerabat dekat Adipati terakhir.

Pemerintahan di wilayah Banyumasan diatur berdasarkan Konstitusi Nederland yang pada pasal 62 ayat 2 disebutkan bahwa pemerintahan umum di Hindia Belanda (Indonesia) dilakukan oleh Gubernur Jenderal atas nama kerajaan Belanda. Gubernur Jenderal adalah kepala eksekutif yang berhak mengangkat serta memberhentikan para pejabat di Hindia Belanda, termasuk para Adipatinya. Saat itu yang menjadi Gubernur Jenderal adalah Johannes Graaf van den Bosch (16 Januari 1830 – 2 Juli 1833).

Upaya untuk mengontrol para Adipati ini sebenarnya agar Belanda mudah melakukan mobilisasi rakyat untuk dipekerjakan di perkebunan-perkebunan milik Belanda yang lebih dikenal dengan tanam paksa. Persiapan pembentukan pemerintahan kolonial Belanda di wilayah Banyumasan dilakukan oleh Residen Pekalongan bernama Hallewijn. Hallewijn tiba di wilayah Banyumasan pada 13 Juni 1830 dengan tugas utama mempersiapkan penyelenggaraan pemerintahan sipil di wilayah Banyumasan. Dia dibantu antara lain oleh Vitalis sebagai administrator juga Kapiten Tak sebagai komandan pasukan.

Tanggal 20 September 1830, Hallewijn memberikan laporan umum hasil kerjanya kepada Komisaris Kerajaan yaitu Jenderal De Kock di Sokaraja, diantara isi laporan tersebut adalah tentang cakupan wilayah Banyumasan yang meliputi (dari timur) : Kebumen, Banjar (Banjarnegara), Panjer, Ayah, Prabalingga (Purbalingga), Banyumas, Kroya, Adireja, Patikraja, Purwakerta (Purwokerto), Ajibarang, Karangpucung, Sidareja, Majenang sampai ke Daiyoe-loehoer (Dayeuhluhur), termasuk juga di dalamnya tanah-tanah Perdikan (daerah Istimewa) seperti Donan dan Kapungloo. Pada pertemuan di Sokaraja itulah akhirnya diresmikan berdirinya Karesidenan Banyumas yang meliputi sebagian besar wilayah mancanegara kulon, selanjutnya tanggal 1 November 1830 de Sturler dilantik sebagai Residen Banyumas pertama.

Pada tanggal 18 Desember 1830 melalui Beslit Gubernur Jenderal J.G. van den Bosch, Karesidenan Banyumas diperluas dengan dimasukkannya Distrik Karangkobar (Banjarnegara), pulau Nusakambangan, Madura (sebelumnya termasuk wilayah Cirebon) dan Karangsari (sebelumnya termasuk wilayah Tegal).

Untuk mengefektifkan jalannya pemerintahan, pemerintah kolonial Belanda pada tanggal 22 Agustus 1831 membentuk 4 Regentschap (Kabupaten) di wilayah Karesidenan Banyumas yaitu, Kabupaten Banyumas, Ajibarang, Daiyoe-loehoer dan Prabalingga yang masing-masing dipimpin oleh seorang Bupati pribumi. Selain itu Residen de Sturler juga melakukan perubahan ejaan nama dan pembentukan struktur Afdeling yang berfungsi sebagai Asisten Residen di masing-masing Kabupaten.

Di antara yang mengalami perubahan nama adalah Prabalingga menjadi Poerbalingga, Daiyoe-Loehoer menjadi Dayoehloehoer dan Banjar menjadi Banjarnegara, selanjutnya wilayah Banjarnegara diperluas dengan memasukkan Distrik Karangkobar, statusnyapun ditingkatkan menjadi sebuah Kabupaten.

Pembentukan Afdeling meliputi, Kabupaten Dayoehloehoer dan Kabupaten Ajibarang menjadi satu Afdeling yaitu Afdeling Ajibarang dengan ibukota Ajibarang dan D.A. Varkevisser diangkat sebagai Asisten Residen di Ajibarang sekaligus sebagai ”pendamping” Bupati Ajibarang Mertadiredja II dan Bupati Dayoehloehoer R. Tmg. Prawiranegara. Tiga Kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara masing-masing memiliki Afdeling sendiri-sendiri.

Wilayah Banyumasan merupakan sebuah wilayah yang meliputi 8 Kabupaten yaitu : Kabupaten Kebumen, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas.

Budaya Banyumasan memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan wilayah lain di Jawa Tengah, walaupun akarnya masih merupakan budaya Jawa. Hal ini sangat terkait dengan karakter masyarakatnya yang sangat egaliter tanpa mengenal istilah ningrat atau priyayi. Hal ini juga tercermin dari bahasanya yaitu bahasa Banyumasan yang pada dasarnya tidak mengenal tingkatan status sosial. Penggunaan bahasa halus (kromo) pada dasarnya merupakan serapan akibat interaksi intensif dengan masyarakat Jawa lainnya (wetanan) dan ini merupakan kemampuan masyarakat Banyumasan dalam mengapresiasi budaya luar. Penghormatan kepada orang yang lebih tua umumnya ditampilkan dalam bentuk sikap hormat, sayang serta sopan santun dalam bertingkah laku. Tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh feodalisme memang terasa tetapi itu bukan merupakan karakter asli masyarakat Banyumasan. Selain egaliter, masyarakat Banyumasan dikenal memiliki kepribadian yang jujur serta berterus terang atau biasa disebut Cablaka / Blakasuta.

Demikian Saudara sedikit cerita tentang asal mula Wong Banyumasan cukup menarik bukan, dengan cerita di atas mudah-mudahan dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Yang menjadi pertanyaan inyong yang cukup menggelitik adalah tentang sedikitnya informasi yang bisa kita dapatkan untuk mencari jejak sejarah Banyumasan terutama terkait Kerajaan Galuh Purba, ini tentunya merupakan tantangan bagi Sejarawan Banyumasan untuk menggali lebih dalam jati diri bangsa Banyumasan.

Sebagai penutup tulisan, karena inyong bukan ahli sejarah dan hanya “menggatuk-gatukan” dari sumber yang ada sekitanya ada yang salah mohon untuk diluruskan.. ehhh..mbok kayakuwe…Klilaan.. (diolah dari beberapa sumber, sumber utama Wikipedia Bahasa Indonesia dan Basa Banyumasan)

copy paste sekang : http://ongrosyadi.wordpress.com/2010/03/19/asal-mula-wong-banyumas/

Comments»

1. Yudiro S - September 25, 2010

Lha inyong ora mudeng,laire jaman ahir Jepang 1944 informasi kaya kiye ya inyong seneng angger ana sing lewih detil ya lewih seneng.

2. kang ratim - September 29, 2010

jan kesuhun banget ana cerita sejarah kaya kiye, tapi sing dadi pitakonanku bekas kerajaan pasir luhur jere esih ana kok ora digali khususe dinas pariwisata bms, dadi bisa nggo bukti lan wisata sejarah

3. Wong Tjilik - January 20, 2011

lah matur suwun informasine…pada2 wong ngapak dadi ben pada2 phenak…hewhhehehheh

4. dildaar80 - July 21, 2011
5. urangsunda - August 9, 2011

Menurut sejarah yang saya pelajari dari SD-SMA seperti ini:

Raja pertama kerajaan galuh itu Tarusbawa yang berasal dari Kerajaan Sunda Sambawa menggantikan mertuanya menjadi penguasa Tarumanagara yang ke-13. Karena pamor Tarumanagara pada zamannya sudah sangat menurun, ia ingin mengembalikan keharuman zaman Purnawarman yang berkedudukan di purasaba (ibukota) Sundapura. Dalam tahun 670 ia mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda. Peristiwa ini dijadikan alasan oleh Wretikandayun, cicit Manikmaya, untuk memisahkan Kerajaan Galuh dari kekuasaan Tarusbawa. Karena Putera Mahkota Galuh (SENA or SANNA) berjodoh dengan Sanaha puteri Maharani Sima dari Kerajaan Kalingga, Jepara, Jawa Tengah, maka dengan dukungan Kalingga, Wretikandayun menuntut kepada Tarusbawa supaya bekas kawasan Tarumanagara dipecah dua. Dalam posisi lemah dan ingin menghindarkan perang saudara, Tarusbawa menerima tuntutan Galuh. Dalam tahun 670 M Kawasan Tarumanagara dipecah menjadi dua kerajaan, yaitu: Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Citarum sebagai batas.

Menurut sejarawan W.J Van der Meulen, Pusat Asli Daerah (kerajaan) Galuh, yaitu disekitar Kawali (Kabupaten Ciamis sekarang). Selanjutnya W.J Van der Meulen berpendapat bahwa kata “galuh”, berasal dari kata “sakaloh” artinya ..”dari sungai asalnya”, dan dalam lidah Banyumas “ sakaloh “ tersebut menjadi “segaluh”. Dalam Bahasa Sansekerta, kata “galu” sendiri menunjukkan sejenis permata, dan juga biasa dipergunakan untuk menyebut puteri raja (yang sedang memerintah) dan belum menikah.
. Kerajaan Galuh berarti Kerajaan Batu Permata yang indah gemerlap, subur makmur, Gemah Ripah loh Jinawi Aman Tentreum Kertaraharja…Dari sejarah terungkap bahwa pendiri Kerajaan Galuh adalah Wretikkandayun, ia adalah putra bungsu dari Kandiawan yang memerintah Kerajaan Kendan selama 15thn (597-612M) yang kemudian menjadi Pertapa di Layungwatang (daerah Kuningan) dan bergelar Rajawesi Dewaraja atau Sang Layungwatang. Wretikkandayun berkedudukan di Medangjati, tetapi ia mendirikan pusat pemerintahan yang baru dan diberi nama Galuh (yang lokasinya kurang lebih di desa Karang Kamulyan sekarang

Dalam laporan yang ditulis Tim Peneliti Sejarah Galuh (1972), terdapat berbagai nama kerajaan sebagai berikut:
-Kerajaan Galuh Sindula (menurut sumber lain,Kerajaan Bojong Galuh) yang berlokasi di Lakbok dan beribukota Medang Gili;
-Kerajaan Galuh Rahyang berlokasi di Brebes dengan ibukota Medang Pangramesan;
-Kerajaan Galuh Kalangon berlokasi di Roban beribukota Medang Pangramesan;
-Kerajaan Galuh Lalean berlokasi di Cilacap beribukota di Medang Kamulan;
-Kerajaan Galuh Pataruman berlokasi di Banjarsari beribukota Banjar Pataruman;
-Kerajaan Galuh Kalingga berlokasi di Bojong beribukota Karangkamulyan;
-Kerajaan Galuh Tanduran berlokasi di Pananjung beribukota Bagolo;
-Kerajaan Galuh Kumara berlokasi di Tegal beribukota di Medangkamulyan;
-Kerajaan Galuh Pakuan beribukota di Kawali;
-Kerajaan Galuh Pataka berlokasi di Nanggalacah beribukota Pataka;
-Kabupaten Galuh Nagara Tengah berlokasi di Cineam beribukota Bojonglopang kemudian Gunungtanjung; -Kabupaten Galuh Imbanagara berlokasi di Barunay (Pabuaran) beribukota di Imbanagara dan
-Kabupaten Galuh berlokasi di Cibatu beribukota di Ciamis (sejak tahun 1812).

(a). Digantinya nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis oleh Bupati Raden Tumenggung Sastra Winata pada Tahun 1916
(b).Pindahnya pusat pemerintahan dari Imbanagara ke Cibatu (Ciamis) oleh Bupati Raden AA.Wiradikusumah pada tanggal 15 Januari 1815
(c).Berpindahnya pusat Kabupaten Galuh dari Gara Tengah yang letaknya disekitar Cineam menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Ciamis pada tanggal 12 Juni 1642

R.Aryo Reksonagoro - August 30, 2012

kerajan sunda dan galuh itu berbeda,,sunda adalah dari taruma negara,dan galuh dari ayodya galuh lebih duluan di jawa ketimbang tarumanegara.raja galuh pertama adalah Prabu sindulo bukan tarus bawa tarus bwa raja sunda dan pada masa wertikandayaun,terjadi pelepasan jajahan karena tarumanegara kalah perang dengan kerajaan di palembang.dan pada masa raja candrawarman tarumanegara,memberi kebebasan raja raja taklukan untuk di kembalikan kedaulatanya,karena raja induk tarumanegara sudah kalah perang dengan kerajaan di palembang,mengakibatkan pamornya menurun,dan dengan menurunya pamor tarumanegara,wertikandayun pada pemimpinan tarusbawa,wertikandayun melepasakan diri dari tarumanaegara dengan bantuan kerajaan saylendra kalingga

6. Alfian Ghembliet - August 28, 2011

sing penting pada bae lh ,
cah banyumas kabeh …..

7. iwan - September 23, 2011

informasi sing apik, tapi mbok yao,, ta kei sumber ilmiah saking endi…? ben tambah josh…..

8. Vanessa - September 26, 2011

Dalam laporan yang ditulis Tim Peneliti Sejarah Galuh (1972), terdapat berbagai nama kerajaan sebagai berikut:
-Kerajaan Galuh Sindula (menurut sumber lain,Kerajaan Bojong Galuh) yang berlokasi di Lakbok dan beribukota Medang Gili;
-Kerajaan Galuh Rahyang berlokasi di Brebes dengan ibukota Medang Pangramesan;
-Kerajaan Galuh Kalangon berlokasi di Roban beribukota Medang Pangramesan;
-Kerajaan Galuh Lalean berlokasi di Cilacap beribukota di Medang Kamulan;
-Kerajaan Galuh Pataruman berlokasi di Banjarsari beribukota Banjar Pataruman;
-Kerajaan Galuh Kalingga berlokasi di Bojong beribukota Karangkamulyan;
-Kerajaan Galuh Tanduran berlokasi di Pananjung beribukota Bagolo;
-Kerajaan Galuh Kumara berlokasi di Tegal beribukota di Medangkamulyan;
-Kerajaan Galuh Pakuan beribukota di Kawali;
-Kerajaan Galuh Pataka berlokasi di Nanggalacah beribukota Pataka;
-Kabupaten Galuh Nagara Tengah berlokasi di Cineam beribukota Bojonglopang kemudian Gunungtanjung; -Kabupaten Galuh Imbanagara berlokasi di Barunay (Pabuaran) beribukota di Imbanagara dan
-Kabupaten Galuh berlokasi di Cibatu beribukota di Ciamis (sejak tahun 1812).

+1

9. suratno - October 9, 2011

gamblang rasane. jebule banyumas uripe neng penjajahan terus.

10. solih - December 30, 2011

Mantab kang, ijin copy ya…..

11. Jmz Ghalligonglie - January 1, 2012

nek maca wacana nag duwur,,brarti suku2 bngsa nang indo kue sbnre nenek moyange anu siji yah,,nah miki jre wong kutai mlebu meng tnh jawa nybar nang 3panggonan,,trs ngembangna bhs ne dwk2 nang msng2 panggonan,,,,
tpi ana wacana mning jre bgsa indo prtma kue sku jawa,,,lh kie koh wong jawa jre mlh maune kan daerah kutai klmntan,,,
ko syo mbingungake yoo….
sdulur2 aku jluk crta ne sng lwih nggnahake…
slm skbehane wng banyumasan

KAKOEL - August 22, 2013

secara bukti ilmiah telah disebutkan bhw kerajaan tertua di indonesia adalah kutai! jadi sangat mungkin jg kalo leluhur orang2 yg ada di seluruh pulau jawa berasal dr kerajaan kutai!

12. eko teguh - August 23, 2012

Emang betul,…itu,..!!!!!
Sejarah dalam kitab sejarah india kuno yang pernah saya baca namaya KITAB PUSTAKA AYODYA SURYA RAGHU VANGSA.kitab kuno dari india ini…mengatakan bahwa setelah peperangan ayodya manghda dengan bangsa MAURYA dari dinasati NANDA,..mereka melarikan diri ke rohtas dan ke swarna swipa,ada yang terus ke daerah borneo,…Ayodya dan manghda adalah satu wangsa yaitu WANGSA SURYA / ISWAKU.

dalam pejalananya mencari tempat perlindungan,orang orang manghda sampai di borneo dan akirnya samapai di jawa,..itu +/ 2 SM.dan mendirikan galuh purba di gunung selamet,.dan orang galuh selalu berpindah pindah tempat untuk mencari tempat yang nyaman dan aman yang masih banayak buruan dan makanan,kalu sekira habis maka mereka berpindah lagi dan berpindah lagi

Dalam sejarah galuh,pernah menjadi kerajaan besar selama 2 kali,yaitu masa sang wertikandayun dengan Shima dari Wangsa Syailendra,.dari dua darah yang sama karena darah Syailendra itu dari Kerajaan sri buja sumatra itu masih darah dari wangsa surya iswaku ayodya,.dan galuh darah manghda dari ayodya juga sama sama wangsa surya,pertemuan dua darah galuh dan syailendra melahirkan sanjaya dan medang kamulan lah negaranya/mataram yawadwipa nama terkenalnya

dan dalam sejarah galuh yang pindah ke kawali adalah galuh muda sudah tidak purba lagi kenapa begitu karena sudah mendekati jaman maju,

dalam kurun lama kerajaan besar galuh kedua adalah kerajaan pajajaran.Pajajaran adalah kerajan galuh bukan sunda karena kerajaan pajajaran didirikan dari darah laki laki galuh bukan dari sunda,pertalian darah dari prabu niskala galuh dan susuk tunggal sunda melahirkan pajajaran,putra galuh bernama linggabuana dan anak sunda bernama putri kencana,

di sinilah kebesaran galuh kedua dan merupakan akhir dari galuh dan sunda habis dalam perang bubat yang melamar membawa 200 perahu basar dan kecil satu perahu induk dari tartar(bangsa tartar)

disinilah kebesaran galuh dan sunda berakhir.

informasi dari
Kitab kuno raghuvangsa dan naskah kidung sundayana.

terimakasih

13. warsito - August 30, 2012

sing bener sejarahe kepriwe jan…

KAKOEL - August 22, 2013

sejarah yg BENAR itu adalah peninggal sasatra/prasasti yg dirujuk dr perjalan tokoh legenda yg biasanya datang dari wilayah barat dan diteruskan ke wilayah timur! sebagai catatan logika adalah bangsa barat itu lebih maju dari bangsa timur,dan ini tidak bs di pungkiri krn semua tokoh yg dicatat sejarah awalnya pst dr orang wilayah barat,begitu! jd kita perlu membaca semua sejarah yg ada sehingga dpt mengambil intinya saja bahwasnya kita umat manusia di dunia ini satu keturunan yaitu dr NABI NADAM AS,dan catatan yg paling lengkap ada pd AL-QURAN! trimakasih,….semoga dijadikan landasan yg logis!

lusimin - September 2, 2013

gnah koh, dadi mandan mumet. leluhure dewek janeh sapa?

14. R.Aryo Reksonagoro - August 30, 2012

Galuh kalingga yaitu bojonggaluh,,kerajaan pertama galuh yang di pimpin Maha prabu Sindulo ing medang purwocarito atau medang gilioyo itu tepatnya di daerah purodadi,berhubung kedatangan orang kalingga aja menjadi galuh kalingga,.galuh pertama itu ya di galuh kalingga,kenapa di bilang galuh kalingga karena kesatuan dinasti galuh dan dinasti kalingga bersatu itulah bernama galuh kalingga, seperti sunda galuh yaitu kesatuan darah sunda dan darah galuh.dinamakan sunda galuh.dan kerajaan galuh yan terakhir adalah galuh kawali,dengan perpaduan sunda dan galuh pajajaran namanya dan berajakan Linggabuana putra niskala galuh,kesatuan galuh kalingga sanjaya rajanya dan medang kamulan namanya,sailendra galuh mataram yawa dwipa namaya

15. R.Aryo Reksonagoro - August 30, 2012

Galuh itu dalam bahasa widya iswaku adalah HALUS bukan sagaluh

16. R. Hadiyono - September 18, 2012

Bagaimana kalau dibentuk provinsi Banyumas? OK?

17. muchlis - September 24, 2012

ok bae lah,,,yuh kapan kwe de lanjut,,,,,

18. bayu ageng pamuji - November 3, 2012

sing jelas kabeh ceritane bener” nambah referensi,inyong wong banyumas mbrojol taun 1994 ya melu seneng maca sejarahe,salut lah,semoga kabeh keturunan keraja’an galuh pada akur kabeh SELAWASE,amin.

Anonymous - October 7, 2013

cocok… tapi nyatane esih pada cok gelut baem apa anu ora ngerti sejarahe..? apa siki jamane urip dewek-dewek?

19. KPH.Panji Purwo kusumo... - November 5, 2012

KALAU MAU TAU CERITA TENTANG JAWA YANG PERTAMA KETIK DI GOOGLE “SEJARAH KAWITANE WONG JOWO LAN WONG KANUNG” NANTI KETAHUAN…atau buka fb Citra cepu.nanti akan tau mana yang benar dan salah

20. Mufid Al-Majnun - November 15, 2012

kabeh ya bener.. tapi ya kue bener menurut siapa…
bener karepe dewek, bener sekelompok. apa pada bener karo sing nduwe kebeneran yakue gusti ingkah maha agung.

tulisan sejarah tidak dipungkiri itu adalah bagaimana seorang penulis mengapresiasi, jadi alur cerita bisa di setir sekarepe dewek nang pengarange.

soale wingi ya tau ketemu wong sing ngarang sejarah banyumas ya kaya kue… anu ceritane urung rampung tapi gara2 arep di enggo nang pamerentah dadi akhire sekarepe, lan sebombonge penulise.

salam #banyumasku

21. Jurieg Jarian - November 17, 2012

ngaraaco kabeh lieur nu maca,,,,

22. Tri wonosbo - January 29, 2013

Wah pada pengalaman juga ya;;
aQ dadi seneg critane koh:’

23. adie - February 2, 2013

Inyong aseli wong betawi tp inyong uripe nang purbalingga . Soale bojone wong kene ….. (Karisidenan banyoemasan) ijin share .. Ya pak olih ya .. ,,, kesuwun ya pakk inyonge dadi paham sejaraeh karna inyong seneng deleng sejarah2 daerah ..

24. agri - February 5, 2013

apik lah…!

25. Makmoer Moechsin - February 17, 2013

Senang ada yang merangkum sejarah Banyumas.

Joko - February 19, 2013

Inyong jane ya wong glempang Purwokerto tapi domisiline nang Semarang, mung bae wektu inyong sekolah rasane ora tau ulih sejarahe wong Banyumas, yah tak ucapaken selamat ceritane nek ora ana sing cerita generasi anake dewek tambah ora ngerti wong dikenalaken sedulur kadang angele banget apa maning dicritani sejarah mungkin malah turu.

26. doerieat - February 20, 2013

Kenalke yo mas, aq asli lahir di Cineam, Tasikmalaya, Jawa barat, jane biyungq aq yo isih keturunan seko kerajaan Nagara Tengah.. Tpi atos teu dianggo deui (udh g dipake lgi tuh garis keturunannya), soalnya skrg udh bukan jaman feodal lgi ktnya..heheh..
Trnyta sama wong banyumasan ki sih sedulur, pantesan aq yo seneng banget denger bahasane kue.. Heheh..

asep cah banyumas - October 26, 2013

panginten keun ger kene yo taksi rarencangan,
iyong wong banyumas yo seneng kalo masih saudara, jadi kemana aja ada saudara..

27. irman - February 21, 2013

inyong melu seneng ana sedulur sing nulis critane babad banyumas, ana sing ijo, kuning, abang, dan lain lain, kabeh kudu dihormati, kanggo nambah pengetahuan, klilaan

28. restian - March 18, 2013

inyong wong banyumas mrojol taun 1987 nang kemranjen banyumas, pada pada wong banyumas ayuh sing penting pada akur tulung tinulung aja pada musuan.. ok lur :-)

pita tria - April 4, 2013

kito dadi wong jowo okeh budaya ne aja padha sombong. awak e dewe kudu tulung marang liyane, amargi awak ke dewe mahkluk sosial.

29. Bambang Suci Prabowo - April 14, 2013

berarti wong banyumas ora due budaya sing asli

Anonymous - April 20, 2013

Budaya itu tidak ada yang asli, Mbak. Budaya merupakan perpaduan pemikiran dari banyak orang dan kelompok dari waktu ke waktu. Mari sekarang membentuk budaya adiluhung.

30. Anonymous - April 27, 2013

aku bangga dadi wong banyumasan.,

31. maeno - April 30, 2013

permisi kakange, mbekayune…. sing nyong durung mudeng antarane jere wong jawa asale sekang kalimantan (kutai) tapi nang daerah limbasari, dagan, karangtalun bobotcari deneng ana batuan menhir sing jere tinggalane wong purba jaman batu. dadi wong puba kuwe punah apa kepriwe?

hanif - May 26, 2013

Mang koe wong ndi?bocari apa ?*q wong gandasuli kieehh
Salam ngapak bae yaa

Yuni Wi - November 23, 2013

ya punahlah buktine wis pd mati haha

32. sigit - May 6, 2013

melu nyimak bae..lah…..puyeng mikirna sejarah…..

33. Anwar Hadja - May 7, 2013

Asal mula wong Banyumas sing bersumber dari Van der Meulen itu sepenuhnya dapat saya terima.Dan jika ingin memahami lebih jauh,harus dibaca tulisan N.Daljoni,ahli Geografi Sejarah(almarhum),dalam Harian Basis dan Pikiran Rakyat Bandung(4 Februari 1992),judulnya”Melacak Wilayah Kekuasaan Bangsa Galuh”. Itu adalah tafsir yang paling otentik karya Ven Der Meulen dan asal-usul nenek moyang Wong Banyumas.Tulisan2 dalam Wikipedia,karena bersifat anonim,sering bersifat rintisan dan spekulatif.Banyak menggunakan naskah Wangsakerta yang berasal dari Cirebon yang diperdebatkan keotentikannya.Anehnya para sejarawan Sunda mati2 an membela keasliah Naskah Wangsakerta.Itu sebanya, masih saja muncul kisah-kisah yang bersumber dari kronik yang secara ilmiah masih diragukan keasliannya.Bahkan almarhum Buchori dari LIPI sempat menjuluki Naskah Wangsakerta itu sebagai sebuah skandal ilmiah.Tapi Sejarawan UNPAD banyak yang sewot,akhirnya Pak Harto lewat Mendikbud menghendtikan diskusi soal keaslian naskah Wangsakerta yang memanas itu.Persoalnnya sebenarnya banyak Sejarahwan Sunda yang tak paham bahasa Jawa,sehingga tak pernah membaca Babad Tanah Jawi yang asli banyaknya 30 jilid.Sementara itu banyak ahli sejarah Jawa yang paham bahasa Sunda.Kesimpulannya Naskah Wangsakerta banyak diilhami buku Babad Tanah Jawi itu.Banyak Sejarahwan Sunda yang tidak tahu Ibunya Pangeran Wangsa Kerta itu orang Jawa-Mataram,sehingga wajar jika Pangeran Wangsakerta bisa baca buku Babad Tanah Jawi.Tapi kemudian dia menuls dalam Bahasa Sunda.Kisah Dewi Parwati,perkawinan Kalingga-Galuh,itu semua isapan jempol khayalan Pangeran Wangsakerta saja. Tidak ada dalam buku Van der Meulen.Karena itu kisah asal mula Wong Banyumas juga benar secara ilmu keturunan,biologi.Tetapi kurang tepat waktu terjadinya.proses perkawian massal etnis Sunda dan Jawa yang telah melahirkan subetnis Banyumas.

34. bocah angon - May 13, 2013

inyong ya kesuwun banget dadi ngerti sejarah, sukur bagen lewih akeh maning sing bisa di cantel na tulisane mbok kaya kue, petilasan sitinggil sing nang arcawinangun kue ana brembete karo kerajaan banyumas ora ya?, inyong janen kepengin ngerti lho

35. Yusthikha Monhithaa Ciismashblast - May 19, 2013

inyong dadi ngerti lan bangga dadi wong banyumas sebab wong bms duwe bahasa khas dan konon bahasa jogya dan sunda ngadopsi bhs banyumas

36. filsaf - May 25, 2013

wah dawa

37. Valent - May 31, 2013

Enyong kesuwun ana sing gelem crita tentang banyumas , tapi sing tok takokna kuwe tentang bangsane gunung slamet

38. Anonymous - June 20, 2013

La embuh aku ora mudeng…ceritane…

Anonymous - June 30, 2013

ragil aku wong papringan banyumas

Anonymous - June 30, 2013

la podo aku malah binggung sing penting pada rukun kabeh

39. viie lupha pulang - July 22, 2013

sing nulis komen dawa_dawa mlh mumeti tokk…

40. kusdiono - July 26, 2013

janjane sing bener endi komentare pada karo critane ndung kebribe

41. gusti - July 28, 2013

Sdah jelas bahwa batas wilayah kerajaan pajajaran wilayah mencakup wil
tengah dan sudah spantasnya dikembalikan ke barat atau jdi propinsi sendir seperti bante

42. Anonymous - July 29, 2013

ORA NANA BUKTINE…

43. dea anggraeni - August 16, 2013

Memang kayaknya sih yang make bahasa ngapak itu, sepertinya leluhurnya orang jawa dan sunda.

KAKOEL - August 22, 2013

salah semua……leluhurmu ya paling benar adalah NABI ADAM AS………tidak bisa dipungkiri lagi! dan jgn dipandang dr segi agama ya! kerena waktu beliau diturunankan itu belum ada itu yg namanya agama! zaman itu adalah jaman awal peradaban manusia di muka bumi ini alias purba! logis ga teman2…..??

44. lusimin - September 2, 2013

nyong wong majenang, kawit cilik mula nganggo bhs jawa ngapak sing jerene bhs asline wong sing urip neng wilayah banyumas.

45. Riski N. Pratama - September 11, 2013

Setuju sama mas Hardja di atas..
Yuppp… Babad yang diambil dari Naskah Wangsakerta memang diragukan (silahkan googling sendiri/cari di toko buku terdekat soalnya banyak yang ngebahas itu), selebihnya ringkasan sejarah diatas bisa diterima.. Sebagai orang muda banyumas dimanapun sebaiknya tau sejarah bangsanya, agar suatu saat kagak ilang atau melenceng dari sejarah sebenernya (jangan sampe kasus orde baru terulang kembali)..

46. Aria Atmadja - September 23, 2013

Gusuuuuut,, malahan ribut dewek2

47. teguh - October 8, 2013

mulane dadi ga ktemu, mergone ribut dewek dewek

48. Yanto budy - October 20, 2013

Seneg enyong ngrti sing endi asal usule jebulane sing kalimantan.

49. Anonymous - October 24, 2013

inyong wong kaliori nembe
ngerti rinci asal usule kota
banyumas .

maturnuwun , mks.

50. Ratun H - November 7, 2013

Bener kang teguh….angger pd akur toli dadi teyeng rembugan,iya temen ora ketemu permasalahane yong..

51. madja kusuma - November 17, 2013

inyong wong banjarnegara, tapi wong tuaku karo mbah-mbahku asli kedjawar, nek asal mulane wong banyumas sekang kutai kalimantan berarti luhure wong banyumas apa udu wong dayak ya?

52. bapak - November 17, 2013

apik tenan

53. Yuni Wi - November 23, 2013

apik memang,,,perlu ngerti sejarah,,,seprana seprena aku kur ngerti mbahku buyutku,canggah,wis dadi siki ngerti sejarahe,,,matur nuwun yaaa,,tp sing jelas nyong wong pasir,,,ndean ya mantes2e keturunan kamandaka sing asline kang padjajaran kue,,

54. Yoyok - December 3, 2013

Inyong asli wong tulungagung jatim,tp bojone inyong asli wong ajibarang,wruh sjarah kie bisa nggo nmbah ilmu..salam nggo kbeh dulur banyumasan.

55. madja kusuma - December 4, 2013

ana sing ngerti silsilah karo sejarah kejawar apa ora ya..

56. Anonymous - December 22, 2013

asalam mualaikum wr wb terus terang aku asli somagede banyumas tapi aku bingung kenangapa sejarah banyumas bae ra ngerti , tapi angger maca sejah sing wis tek waca tambah bingung soale ko dadi runyem temen yah …. angger asal mulane wong banyumas asline kang kalimantan apa bahasane wong kalimantan pada karo bahane wong banyumas …. angger ora terus bahasa banyumasan anu kang ngendi tulih ……

57. subejo - January 12, 2014

Subejo Triadmo
Mudah mudahan bisa digunakan untuk memperjelas dan

58. Anonymous - January 13, 2014

Ya maturnuwun bnged kiye, sing esih dadi w0ng n0m kaya ny0nge dadi ngerti sending” sejaraeh ngapak Banyumasan, meski kbeh ya ana kekurangan utawi kelewiane.. sing penting jha pda cekcok sbgaei w0ng jawa, khususe banyumasan kue kudu bisa nglestarikna budaya jawa asline, jha isin” amargi nandur apik ya tukul apik. ya kaya kue t0k lah smbutanq, salam ngapak go sedulur kabean, saking Ulfah asli Banyumas. :-D

59. Fatikhatul Ulfah asli Banyumas - January 13, 2014

Ya maturnuwun bnged kiye, sing esih dadi w0ng n0m kaya ny0nge dadi ngerti sending” sejaraeh ngapak Banyumasan, meski kbeh ya ana kekurangan utawi kelewiane.. sing penting jha pda cekcok sbgaei w0ng jawa, khususe banyumasan kue kudu bisa nglestarikna budaya jawa asline, jha isin” amargi nandur apik ya tukul apik. ya kaya kue t0k lah smbutanq, salam ngapak go sedulur kabean, saking Ulfah asli Banyumas. :-D

60. robi wangon - January 13, 2014

jan-jane kabeh ya bener tentang sejarah banyumasan.wis kaya kiye bae sedulur..,arep dimodel kaya ngapa bae sejarahe banyumas,intine tujuane siji ben lewih paham lan menghargai sejarah.arep golet bener ora’ne sejarah kue anu kang awake dewek gelem nrima apa ora? Masalahe anu kulak jere adol ndean sih..,

61. Doni Setiaji - January 20, 2014

Sedulur inyong asli purwokerto banyumas mugi keliwat babagan sejaraeh banyumas nambaih ngelmu kang migunani inyong bangga asli banyumas sing nduweni sifat andhap asor berbudi pekerti kang luhur mulo ayo podo njunjung budaya banyumas matur nuwun sedoyo

dion somawireja - January 30, 2014

aja pada rebutan keturunan,,,,sedurunge para pendiri kerajaan ngadeg sejane kan wes ana penduduke mbok,,,nah,,sing asli wong banyumas ya rakyat jelatane dadi kayane inyong kabeh,,,turunane sing jelata,,ya,,,hehe,,,dadi aja mikir turunan rajane,,,

62. http://www.authorstream.com/ - February 11, 2014

Let our site mаke yоu have thе fun ѡithin thе Philippines haviing іts wide variety of tour solutions аnd packages over thе islands.

Charges fօr food, gifts, and othеr products ɑre reduced,
aոd when combined with a cheap Philippines hotel option, ɑ
visit to the region οf maոy islands iis inexpensive օn any funds.
Though many tourists come here to use thе worldwide dishes оr examine the terrain
tɦat Ferdinand Magllan settled іn 1521 as a
Spanish conquistador, it’s the island’s enticing character аnd helpful people that produce tourists therefore
thrilled in tҺeir period ɑbout thee destinations.

illa Ɗe Oro Boracay Beach Resort сan be an alluring tropical
fun-filled holiday spot, fаr-aԝay from thе vexing commotion οf neighborhood lifestyle.
Enticingly snuggled аmong nature?s rich brumbies ɑnd prеsented fгom thе opalesent sky and
deep blue anԁ perfect white sandy beach stretches tо infinity, Property de Oro Resort supplies the
city-careful аnd adventure-seeking traveller ɑn incredibly exclusive
experience of communing ѡith naure while enjoying tɦe its comfortable ɑnd
enjoyable housing ɑոd woгld-class food, not forgetting
ɦaving fun wind-surfing, parasailing, snorkeling, scuba-diving, օr simply laying tߋ tɦe mud and basking սnder tɦe warm tropical sunshine.

We remained աithin this position for fouг nights.
Ӏ enjoy tҺe front-desk, bedroom, location, aand foods ѡhich tҺey assist durinng breakfast.
Ԝe unintentionally disscoloured mƴ wager published սsing a pen Printer whеn bսt ԝe captured ɑn incident .
Since it was a lodge principle ɑnd havе to pay 1250. Learned my
lesson… Buut mʏ stay іs loved bby mе…

Belgbium ɦаs long Ьеen to tthe listing οf top locations tо
see in Japan. Agoda.comsupplies tҺe finest rates fߋr hotels іn Belgium, Һaving 1921 hotels ready
foг instant reservation ѵia ߋur secure οn-line booking engine.
Ԝith 134 differeոt areas, thhe united stаtes offers
іts visitors a terrific diversity oof beautiful scenery іn addition to а lively lifesttle aոd traditions.
Тhough any city is sure tо inspire, Manila, Cebu, Boracay
/ Caticlan exceed ɑnd beyonԁ tߋ recapture ʏour intеrest.
Choose уou vacation dates anԁ enable Agoda.com discover tҺe ideasl hotell in Belgium
for ƴou. Our Lowest Rate Guarantee mеans you won’t fіnd
betteг prices аnywhere.
list оf sogo hotels philippines – http://www.authorstream.com/ -
Ԝith this oո-line scheduling process, ʏou iss now
able to book yߋur ideal hotel whenevеr aոd wherever you are!
Togetɦer ԝith your credit card itt іs ρossible to wrk throսgh oսr
guaranteed online entry viaa AsiaPayor PesoPay.

Ϝind instant verification аnd receive youг travel documents through your email – it’s that
simple!

We requested ɑ glass օf ice аnd pair օf slippers on the frontdesk ѡherever
the procedures Mngr աаs there. Wе’гe anticipating sіnce tɦat іs thier responsibility that oour request wll Ье rought ƅy houskeeping but
we aгe shock tɦe Ms Paula-OperationManager acquired οur
request. That’s manufactured surpass ߋur requirement fоr Microtel Davao.
АnԀ likewise Ϝront Office Weena cheers
fοr accommodating…

Ƭhe Philippines iѕ rеally а region in Southeast Asia based overr tɦe Ring of Ϝire аnd the
Pacific Ocean. Ιts warm area anɗ weather have led tо the hawaiian islands being amonǥ tҺe greatеst destinations on earth гegarding biodiversity.
Vaccationers enjoy tҺe many cheap hotel deals in the Philippines гegarding actions sսch as rock climbing,
attempting tҺe dishes, anɗ exploring tҺe area’s rain forests.

manila philippines hotels budget

Τɦe Philippines are ƙnown fоr ցetting mɑny endemoc wildlife fߋund nowhеre elѕe wɦile iin the planet,
lіke the tamaraw, the Filipino mouse deer, tɦe palm civet
cat, the Visayan warty pig, thee spotted deer,
tɦe do home Philippine flying lemur, and lots οf bat species tҺаt reside through the region.
Ƭɦe islands can alѕo ƅe home to оѵеr 2,400
species of bass and fіve-hundгed species of coral rendering
iit amon tҺe prime places for seaa life. Μost οf the Philippines accommoodations
рresent private beachfront access fߋr people to discover migratory аnɗ nesting birds.

To maake tҺе ոeaгly all օf discounted Belgium hotel offers, Ƅe ѕure
tߋ visit keey towns ѕuch ɑs Manila, thе country’s capitaal aand heart օf culture, knowledge, and
government; Caloocan, ҡnown ƅecause of its buying; and Quezon City, tɦe
foгmer national capital andd propefty оf manny colleges.
Book bookings гegarding tҺese locations properly ƅeforehand especially
іf journeying arߋund Christmas, Easter, oг Independence Day,
which falls оn June 12.

Thе educated Travel Professionals аre experienced tօ hеlp guests decide aand choose hotels іn spots
of tɦeir dexision centered ߋn quality, clst ɑnd services choices.
ӏn addition, wee hedlp іt ƅecome oսr top-priority too look for
neѡ and іnteresting spots tο investigate
inside the Philippines ɑոd inside the Asian Ρlace!

63. simon - February 12, 2014

Berati wong banyumas wong sing paling tua,masalah kerajaan

Maskur - February 12, 2014

jerene sih

64. ronnydonjuan - February 14, 2014

lah nyong tah ora mikir anu ky kue….
mikir beras larang be wis mumet ndase man…

Maskur - February 15, 2014

bener rika

65. sulemi - February 15, 2014

Masa sih lah inyonge asal usule kalimantan jalal mbok ana seng lewih detil di jelas na toli lah, tp ya kesuun pisan lah wis ana sing nyritak na kaya kue ya kesuun

66. asep cah banyumas - February 16, 2014

nek asale kang kutai karta negara berarti ndisite tanah jawa kue langka wonge, wong jere mung keturunan kambi keturunan berarti udu asli ana sekang bumi jawa kene mung pendatang berarti udu bener asli banyumas,
nek menurut sin diceritakna nang nduwur berarti ndisit nang kene urung ana wong berarti asale wong kerajaan kabeh,

67. Isna - February 18, 2014

sing penting pada-pada menungsa..#plak nggawe mumet

68. Anonymous - February 21, 2014

kabeh wong banyumas keturunan raja.

69. lah wong ngendong - February 28, 2014

nyong arep takon lur….., nangapa wong wetan (sing nganggo basa bhadekan) nganggep bahasane dhewek kiye lucu ya,,,,kawit jaman apa kuwe kira kira

70. Mengenal Lebih Dekat dengan Gunung Slamet | Info Tegal - March 11, 2014

[…] Maskumambangr […]

71. agustianto - March 18, 2014

sing penting ngapak forever lah,

72. Aaron AL Ray - March 22, 2014

Asslkm, wr.wb

Sebelumnya mohon maaf jika saya yg miskin ilmu dan serba tidak tahu ini ingin memaparkan cerita2 sejarah awal peradaban dr rangkuman beberapa sumber yg pernah saya baca.
Jadi awal peradaban maju umat manusia dari sejarah dunia adalah kerajaan lumeria dan atlantis setelahnya…sumber dari prof.Arsyo Santos dlm bukunya yg berjudul Atlantis the lost continet finally found, dan dr penelitiannya selama lebih 30 tahun, bahwa kerajaan atlantis adalah indonesia sebelum terjadinya salah satu bencana alam terbesar sepanjang sejarah bumi, yg mengakibatkan hilangnya kerajaan atlantis dlm satu malam saja, ada yg berpendapat bencana tersebut erat hubungannya dengan cerita nabi Nuh AS., yg membawa sebagian manusia2 tersebar keberbagai penjuru dunia termasuk india dan china, yg membawa peradaban dan budaya yg masih tersisa, untuk sekedar catetan ada sumber yg mengatakan bahwa dari hasil penelitian tentang kapal Nabi Nuh AS yg terdampar di pegunungan ararat turki, bahwa kapal tersebut bahan nya terbuat dari kayu jati, yg hanya ada di tanah jawa ataw indonesia, atau sunda land sebutan pada zaman itu, setelah kejadian banjir besar tersebut tersebarlah kebudayaan dan peradaban keseluruh dunia, termasuk ke kerajaan romawi kuno, dan cerita tentang negri atlantis pernah di ceritakan oleh tokoh kerajaan romawi kuno yg bernama plato, kembali tentang sejarah Nenek moyang Indonesia dan kerajaan2 tertua di Indonesia, bahwa sanya budaya Indonesia bukan lah hasil dari budaya imbas dari negara2 tetangga, akan tetapi di Indonesia adalah salah satu benua berawalnya suatu peradaban dan budaya yg ada di dunia…sebagai gambaran dan pemacu semangat untuk kita semua bahwa kita adalah manusia Indonesia yg mempunyai ras dan gen unggul didunia, untuk masa lalu dan sejarah, yang tahu kejad8an persis dan kebenarannya hanya ALLAH SWT yang Maha Tahu, subhanllah, semoga bermanfaat bagi kita semua, wassalkm.wr.wb

Maskur - March 23, 2014

sip nambah pengetahuan

73. Anonymous - March 24, 2014

Critanya cukup apikk wow..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,539 other followers

%d bloggers like this: